Ketika memilih sebuah hidrolik Hammer Getar , banyak pelanggan pertama-tama memperhatikan ukuran model. Namun, faktor-faktor nyata yang memengaruhi efisiensi konstruksi justru adalah kecocokan terpadu antara momen eksentris, frekuensi, gaya eksitasi, gaya ekstraksi, klem, serta unit daya.
Memahami parameter-parameter ini membantu kontraktor memilih peralatan secara lebih akurat.
Momen eksentris dapat dipahami sebagai parameter dasar untuk pembangkitan energi getaran peralatan. Semakin besar momen eksentris, semakin kuat output getaran yang dapat dihasilkan pada kecepatan putar yang sesuai. Gaya eksitasi merupakan indikator penting terhadap aksi palu getar terhadap badan tiang dan secara langsung berkaitan dengan kemampuan peralatan menghantarkan atau menarik tiang secara lancar.
Sebagai contoh parameter palu getar hidrolik, AT-230 memiliki momen eksentris 110 kgm dan gaya eksitasi maksimum 2.300 kN. AT-230B memiliki momen eksentris 76 kgm dan gaya eksitasi maksimum 2.760 kN. AT-300 memiliki momen eksentris 133 kgm dan gaya eksitasi maksimum 3.076 kN. AT-400 memiliki momen eksentris 200 kgm dan gaya eksitasi maksimum 4.300 kN. AT-500 memiliki momen eksentris 250 kgm dan gaya eksitasi maksimum hingga 5.400 kN.
Pemilihan peralatan tidak dapat didasarkan hanya pada satu parameter. Pancang pipa baja panjang, pancang berdiameter besar, kofferdam air dalam, dan konstruksi fondasi terminal biasanya memerlukan gaya eksitasi yang lebih tinggi, penjepit yang lebih kuat, serta paket daya yang lebih stabil. Pancang lembaran baja perkotaan, penopang sungai, dan pekerjaan penahan sementara lebih menekankan fleksibilitas peralatan, kenyamanan pemindahan, serta kompatibilitas penjepit.
Oleh karena itu, nilai palu getar hidrolik bukan sekadar parameter yang lebih besar, melainkan kesesuaian antara parameter dan kondisi kerja. Melalui kombinasi badan palu getar, penjepit, paket daya, dan solusi konstruksi, Anteng menyediakan pilihan peralatan yang lebih tepat untuk berbagai jenis pancang dan proyek, membantu pelanggan meningkatkan efisiensi penurunan pancang, mengurangi waktu tunggu, serta menekan total biaya konstruksi.
